Video Cara Pendaftaran SBMPTN Tahun 2019Tutorial Pendaftaran Sbmptn

DNA Sebagai Materi Hereditas Utama

DNA
DNA Sebagai Materi Hereditas Utama

Bukti apakah yang mendorong diterimanya DNA sebagai materi hereditas utama?

Deoxyribose Nucleic Acid atau DNA adalah asam nukleotida, biasanya dalam bentuk heliks ganda yang mengandung instruksi genetik yang menentukan perkembangan biologis dari seluruh bentuk kehidupan sel. DNA juga sering disebut sebagai cetak biru kehidupan.

Kromosom eukariotik, yang telah lama diketahui sebagai pembawa cetak biru kehidupan, kaya akan DNA dan protein. Baik DNA maupun protein bisa saja merupakan materi cetak biru yang utama.

Tahun 1928, Griffith menunjukkan bahwa pneumokokus virulen yang telah mati (tanpa kapsul) menjadi bakteri hidup virulen yang memiliki kapsul.

Kapasitas virulensi berkaitan dengan ada-tidaknya kapsul dan diatur oleh faktor-faktor hereditas.

Griffith telah menunjukan bahwa adalah mungkin untuk memengaruhi perubahan-perubahan hereditas pada bakteri hidup dengan cara memberikan suatu zat yang ditemukan pada bakteri yang telah mati.

Tahun 1943, Oswald Avery dan para koleganya mengekstraksi zat yang mampu menyebabkan perubahan dari bakteri, dan ternyata zat itu adalah DNA. Dengan demikian DNA-lah yang dapat menghasilkan perubahan hereditas yang permanen pada suatu organisme hidup. Berbagai sifat bakteri yang rentan terhadap transformasi dengan segera ditemukan; hal tersebut dengan sangat kuat menyokong konsep bahwa DNA adalah molekul informasi yang penting.

Tahun 1952, Alfred Hershey dan Martha Chase menunjukkan melalui pelabelan radioaktif bahwa jika protein dan DNA dari virus penginfeksi (bakteriofag) diberikan pada bakteri inang, hanya DNA virus yang masuk ke dalam sel dan menyebabkan pembentukan virus baru.

Bukti lain yang menunjukkan bahwa DNA merupakan materi hereditas utama adalah transduksi. Transduksi melibatkan pertukaran informasi genetik antara dua spesies bakteri dengan virus sebagai vektor yang melakukan pertukaran. DNA virus memasuki bakteri pertama, lalu memengaruhi sistem pemrosesan informasi bakteri sehingga memproduksi materi virus baru.

Dalam proses tersebut, sebagian DNA sel bakteri terintegrasi dengan genom virus. Ketika virus meninggalkan sel pertama dan menginfeksi sel lain, virus tersebut membawa DNA dari sel pertama bersamanya dan bercampur dengan DNA sel kedua. Pada waktu bersamaan, karakteristik-karakteristik hereditas sel pertama muncul di sel kedua. Karena hanya DNAyang diteruskan ke dalam bakteri oleh virus, transfer informasi genetik dari satu sel bakteri ke sel lainnya menunjukkan bahwa DNA adalah materi cetak biru (hereditas) yang utama.

Transduksi merupakan salah satu teknik untuk melakukan rekayasa genetika. Suatu virus yang diberi materi gen asing menjadi kuar (probe) untuk membawa gen-gen ke dalam sel penerima.


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!